<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Soerahbajazz</title>
	<atom:link href="http://kokonk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kokonk.wordpress.com</link>
	<description>Victor Anastasis - 1213004034</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Apr 2008 19:41:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kokonk.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Soerahbajazz</title>
		<link>http://kokonk.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kokonk.wordpress.com/osd.xml" title="Soerahbajazz" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kokonk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Era Bebop Tahun 1940: Kembalinya Expresi dan Jati Diri Jazz</title>
		<link>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/era-bebop-tahun-1940-kembalinya-expresi-dan-jati-diri-jazz/</link>
		<comments>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/era-bebop-tahun-1940-kembalinya-expresi-dan-jati-diri-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 18:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kokonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokonk.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Pada akhir tahun 30-an, Swing telah menjadi bisnis hiburan yang sangat besar dan merupakan bisnis musik paling bagus pada saat itu sampai dijuluki pula &#8220;greatest music of all time&#8221;. Kata &#8220;Swing&#8221; menjadi daya tarik penjualan yang bagus dan dikaitkan dengan penjualan produk-produk Dari mulai rokok sampai pakaian wanita, dan jika musik sudah disesuaikan untuk permintaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=10&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada akhir tahun 30-an, Swing telah menjadi bisnis hiburan yang sangat besar dan merupakan bisnis musik paling bagus pada saat itu sampai dijuluki pula &#8220;greatest music of all time&#8221;. Kata &#8220;Swing&#8221; menjadi daya tarik penjualan yang bagus dan dikaitkan dengan penjualan produk-produk Dari mulai rokok sampai pakaian wanita, dan jika musik sudah disesuaikan untuk permintaan komersial seringkali menjadi suatu persoalan klise yang tidak ada habisnya pada musik itu sendiri, yaitu antara idealisme musikal dan komersial.</p>
<p>Dalam jazz seringkali ketika suatu gaya atau cara bermainnya menjadi komersial, perkembangannya malahan akan sebaliknya karena adanya beberapa grup atau musisi yang menginginkan menemukan atau membuat sesuatu yang baru pada musik tersebut. Dan hal inilah yang terjadi pada saat itu dan merupakan reaksi perlawanan dari gaya mode swing yang merebak pada saat itu.</p>
<p>Perkembangan musik baru ini, yang mendorong pertama kali berasal dari Kansas City dan sebagian besar musisi-musisi tersebut berdiam di Harlem, terutama di tempat yang dinamakan Minton&#8217;s Playhouse, dan sekali lagi dimulailah suatu era baru perkembangan musik jazz. Pada waktu itu memang musik baru tidak berkembang dan tidak ditemukan suatu kreasi baru dalam band-band yang bermain, hal ini disebabkan karena penganut gaya lama hanya membuat atau menulis lagu-lagu untuk musik Swing yang komersial, dan gaya baru hanya dibentuk oleh para pemainnya secara personal yang dengan kesadaran penuh berusaha membuat sesuatu yang baru, tetapi itupun baru pada permainan-permainan individu instrumen mereka dan belum mempengaruhi gaya musik grup bandnya secara keseluruhan. Tetapi di Minton&#8217;s Playhouse ini para musisi berkumpul dan menciptakan suatu gaya musik baru atau yang mereka namakan sebagai modern jazz (pada waktu itu) dan Minton&#8217;s akhirnya menjadi suatu titik sentral yang penting dalam perkembangan gaya baru tersebut seperti halnya New Orleans pada era sebelumnya.</p>
<p>Dan gaya bermusik yang baru ini dinamakan Bebop, kata tersebut rupanya untuk mencerminkan atau menggambarkan suatu bunyi atau suara dari interval musik yaitu , Flatted Fifth. Istilah ini seperti pernah diterangkan oleh Dizzy Gilliespie seorang trumpeter yang juga merupakan salah satu exponen penting dalam era Bebop ini, bahwa &#8220;bebop&#8221; merupakan sesuatu tentang ekspresi jazz dan orang sudah dikatakan memainkan beboppada saat dia bermain dan secara spontan pemain tersebut atau para musisinya melakukan atau memainkan suatu loncatan melodi (melodic leaps). Flatted Fifth menjadi suatu interval yang sangat penting pada bebop, atau ada kemudian yang menyebutnya hanya bop. Pada masa era Swing, hal ini (flatted fifth) dianggap sesuatu yang &#8220;salah&#8221;, meskipun hal tersebut digunakan dalam passing chord untuk menghasilkan efek harmoni tertentu, dan hal ini sebetulnya pernah dilakukan oleh Duke Ellington dan Wiilie &#8220;The Lion&#8221; Smith pada sekitar tahun 20-an. Tetapi pada saat era Bebop ini hal tersebut merupakan suatu karakteristik yang menyatu, seperti harmoni dasar yang dekat dengan bentuk-bentuk awal jazz yang diperluas secara konstan. Kalu kita amati selama sepuluh hingga duapuluh tahun kemudian flatted fifth ini telah menjadi seperti &#8220;blue note&#8221; pada era sebelumnya.</p>
<p>Dan jati diri para musisi-musisi jazz yang menginkan perubahan dan kembali kepada ekspresi dan idealisme musikal ,mereka dapat diubah melaui Bebop ini. Mereka kebanyakan tidak suka musiknya hanya dianggap sebagai hiburan belaka dan bebop ini dianggap sebagai revitalisasi akar ekspresi jazz akan tetapi dengan perluasan gramatik musik yang sangat penting sebagai reaksi terhadap standar-standar yang sedang ngetrend pada waktu itu. Charlie Parker yang merupakan penggagas dan tokoh penting dalam era Bebop selain Dizzy Giliespie pernah merumuskan : &#8221; …saya jenuh dengan akor-akor klise, akor-akor yang dimainkan oleh setiap musisi. Saya yakin bahwa masih ada sesuatu yang lain. Pada mulanya saya bisa mendengarkannya, tetapi belum bisa memainkannya. Kemudian pada suatu kesempatan pentas pada tahun 1939 saya mementaskan karya &#8216;Cherokee&#8217; dan sambil bermain saya menyadari bahwa jika saya gunakan interval-interval yang lebih jauh dari nada dasar masing-masing akor …maka baru kali ini saya memainkan yang saya dengar. &#8220;Musik Bebop sangat diwarnai dengan kromatik serta nada-nada disonan. Walaupun kerangka harmoninya masih tetap sebagai pola dasar, cara pengolahan harmonimya lebih luas. Justru estetika improvisasi dari Parker ini membuktikan bahwa gaya melodinya adalah harmoni yang dimainkan horizontal dan jika struktur harmoninya sederhana, Parker membuatnya lebih rumit. Dan dengan bebop ini musik &#8220;jazz&#8221; kembali kepada aspek jazz pada awalnya yaitu improvisasi, dimana pada era Swing benyak yang lebih mementingkan aransemen saja.</p>
<p>Apresiasi musik Bebop oleh masyarakat , baik kaum negro maupun kulit putih, pada awalnya sangat buruk . tentu saja karena musik ini dianggap &#8220;aneh&#8221; tidak sesuai dengan norma-norma yang sudah distandarisasi pada waktu itu dan kurang kondusif untuk suasana &#8220;entertainment&#8221; , tapi inilah musik &#8220;seni&#8221; yang merupakan ekspresi murni dari seorang musisi dan tidak hanya melayani komoditi hiburan semata dan Parker memang banyak mendapat perhatian pada waktu itu dengan musiknya tersebut, pemain saxophone Bennie Green mengatakan : &#8221; saat Charlie Parker mulai tampil di dunia jazz, dia menyebabkan banyak bentrokan, perselisihan serta rekasi agresif dari kebanyakan musisi. Baru kali ini tidak cukup untuk mengatakan &#8216;saya penganut jazz…&#8217;, melainkan sekarang ini perlu disebut penganut siapa?! Artinya harus disebut apakah penganut jazz sebelum Parker atau penganut jazz ala Parker. Louis Armstrong pun berpendapat bahwa musisi Bebop hanya ingin melecehkan jazz…&#8221; .</p>
<p>Musisi-musisi lain yang sangat penting perannya dalam era bebop ini selain Charlie Parker dan Dizzie Giliespie adalah Thelonius Monk dengan suatu gaya piano yang sangat unik dan menjadi pelopor konsep piano dari Cecil Taylor pada tahun 60-an, pemain drum Kenny Clarke, pianis Bud Powell yang sering disebut sebagai &#8220;father of bebop piano&#8221; serta seorang komposer dan arranger Tadd Dameron.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kokonk.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kokonk.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kokonk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kokonk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kokonk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kokonk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kokonk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kokonk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kokonk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kokonk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kokonk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kokonk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kokonk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kokonk.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kokonk.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kokonk.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=10&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/era-bebop-tahun-1940-kembalinya-expresi-dan-jati-diri-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/260c93da3d8b859be1fc3ea6e1a802ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kokonk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Era Swing Sebagai               &#8220;The Golden Age of Jazz&#8221;</title>
		<link>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/era-swing-sebagai-the-golden-age-of-jazz/</link>
		<comments>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/era-swing-sebagai-the-golden-age-of-jazz/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 17:53:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kokonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Style]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokonk.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Dengan terjadinya depresi perekonomian dunia pada sekitar permulaan decade 1930 yang membuat keadaan perekonomian Amerika Serikat semakin berat, sebagai salah satu dampaknya adalah banyak lapangan pekerjaan menghilang sehingga menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini juga dirasakan dalam sejarah perkembangan musik jazz, termasuk industri rekamannya. Banyak musisi jazz juga seolah-olah terpisah dan menghilang begitu saja. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=9&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dengan terjadinya depresi perekonomian dunia pada sekitar permulaan decade 1930 yang membuat keadaan perekonomian Amerika Serikat semakin berat, sebagai salah satu dampaknya adalah banyak lapangan pekerjaan menghilang sehingga menyebabkan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal ini juga dirasakan dalam sejarah perkembangan musik jazz, termasuk industri rekamannya. Banyak musisi jazz juga seolah-olah terpisah dan menghilang begitu saja. Demikian juga dengan para pendengar setianya, mereka lebih banyak tinggal dirumah masing-masing sambil mendengarkan radio atau televisi daripada pergi menonton pertunjukan musik jazz di klab atau gedung pertunjukan lainnya.</p>
<p>Namun pada tahun 1934, seorang pimpinan band dan pemain klarinet yang bernama Benny Goodman memukau para pendengar radio dengan permainan musik jazz yang dibawakannya yang lebih &#8220;hot&#8221; daripada gaya-gaya jazz sebelumnya. Kelompok tersebut dalam bulan Juli 1935 mengadakan pertunjukan keliling di Amerika Serikat. Dari setiap penampilannya , terutama di radio dan televisi ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dati para pecinta musik jazz. Hal ini semakin membuat optimis Goodman dalam menampilkan kelompok mereka dari ballroom ke ballroom yang lainnya dengan membawakan repertoar yang sedikit lebih manis dan diadaptasikan terhadap musik dansa. Dari mulai saat itulah, Benny Goodman bersama Quartetnya benar-benar &#8220;meledak&#8221;, sampai akhir perang dunia II. Hal ini terjadi bersamaan dengan pulihnya keadaan peerekonomian di sana walaupun sedikit demi sedikit.</p>
<p>Dengan cepat musik jazz bergaya Swing menjadi sering dimainkan di seluruh negara tersebut, termasuk di hotel-hotel, klab malam maupun kampus dan gedung teater. Seorang kritisi dan fotografer, Bill Gottlieb menyebutkan masa tersebut sebagai &#8220;The Golden Age of Jazz&#8221;. Mungkin pendapat tersebut cukup beralasan karena berbagai hal yang menunjukan dominasi musik jazz yang sedang menjadi trend yang popular pada waktu itu. Hal ini juga tergambarkan melalui banyaknya pendengar musik jazz lama dan &#8220;pendatang baru&#8221; yang tua maupun muda tetap berkumpul, termasuk penggemar musik jazz dari kalangan orang kulit putih bertambah besar jumlahnya daripada sebelumnya. Para &#8220;pendatang baru&#8221; tersebut juga lebih terdidik dan bahkan lebih fanatik. Mereka menggemari musik jazz seperti mereka menggemari permainan liga baseball atau basket. Dan sampai pada pertengahan 1930-an mulai banyak kelompok band yang bermunculan, disamping kelompok-kelompok big-band yang sudah ada sejak tahun 1920-an. Dan pada era inilah tampaknya jazz juga telah menjadi suatu gaya hidup, hal ini ditunjukan dengan banyaknya promosi produk-produk yang ditawarkan kepada masyarakat dengan embel-embel swing.</p>
<p>Lebih jauh mengenai gaya Swing ini aantara lain gaya ini mempunyai karakter &#8220;jazz 4 ketukan&#8221;, karena gaya-gaya jazz sebelumnya dikelompokkan pada &#8220;jazz 2 ketukan&#8221;. Dengan penjelasannya kira-kira adalah jika didalam gaya swing terdapat 4 ketukan di setiap barnya sedangkan dalam gaya jazz sebelumnya dapat didengarkan sebagian besar menggunakan 2 ketukan dalam setiap barnya. Namun hal ini juga belum menjadi harga mati, karena Louis Armstrong sendiri, serta beberapa musisi gaya Chicago, tidak jarang pula menggunakan tempo 4/4 dalam musiknya pada tahun 1920-an. Bahkan Big band dari Jimmy Lunceford secara bergantian menggunakan tempo 2/4 dan 4/4.</p>
<p>Kata &#8220;swing&#8221; sendiri adalah sebuah terminology dasar dalam musik jazz, meskipun ada dua pemaknaan yang berbeda mengenai &#8220;swing&#8221;. Pertama adalah &#8220;swing&#8221; dikonotasikan sebagai salah satu unsure ritmik musik jazz yang berasal dari sifat struktur formal musik klasik namun dibuat lebih elastis dan fleksibel. Swing terdapat di dalam semua fase, gaya dan periode perkembangan musik jazz. Ada juga yang berpendapat bahwa jika sebuah musik yang tidak mengandung &#8220;swing&#8221;: berarti musik tersebut bukan jazz. Mengenai hal yang berkaitan dengan konotasi ini yaitu &#8220;swing&#8221; sebagai salah satu unsur musik jazz, biasanya ditulis dengan huruf kecil didepannya yaitu swing. Kedua, isitilah &#8220;swing&#8221; ini digunakan untuk menyebutkan gaya musik jazz yang dominan di decade 1930-an. Gaya ini merupakan satu sukses besar dalam hal komersial diantara gaya-gaya musik jazz yang lainnya sampai muncul fusion pada era 1970-an. Seperti telah disinggung sebelumnya, Benny Goodman diberi gelar &#8220;The King of swing&#8221;, berkaitan dengan keterangan itu kita sebut &#8220;Swing&#8221; dengan huruf besar didepannya. Kurang lebih dari dua pengertian ini banyak digunakan oleh segenap kritisi dan pendidik musik jazz dalam prakteknya.</p>
<p>Ada sebuah perbedaan dalam mengatakan bahwa lagu jazz itu berirama swing dan itu adalah jazz bergaya Swing. Didalam setiap lagu jazz di dalam gaya Swing dipastikan itu juga berirama swing. Sebaliknya belum tentu setiap irama musik jazz yang mempunyai unsure swing dikatakan bergaya Swing.</p>
<p>Sebagai salah satu persembahan atas perkembangan musik jazz di era Swing ini adalah perkembangan kelompok big band seberti Bennie Moten Big Band, Jimmy Lucenford Orchestra, Count Basie Big Band dan Duke Ellington Orchestra. Dari masa ini juga muncul kontradiksi antara peran solois individu dalam sebuah big band untuk mendapatkan kedudukan yang penting dengan peran secara kolektif sebagai ungkapan harmonisasi yang lebih kuat. Namun musik jazz bisa jadi kolektif dan bersifat individu yang dilakukan secara bergantian, atau kemudian di dalam musik jazz dapat juga dilakukan imrovisasi secara bersamaan.</p>
<p>Era ini juga melahirkan tokoh-tokoh besar dan penting dalam musik jazz yang kemudian akan mempengaruhi perkembangan musik jazz sesudahnya dan mempengaruhi para pemain-pemain jazz sesudah era ini. Mereka antara lain seorang pemain saxophone Coleman Hawkin, Chu Berry, Benny Carter dan Johnny Hodges, pemain drums Gene Krupa, Cozy Cole dan Sid Catlett, pemain piano Fats Waller dan Teddy Wilson, pemain trumpet Bunny Beringan dan Rex Stewart, juga para komposer dan pimpinan big band seperti Duke Ellington dan Count Basie. Tampaknya melalui era Swing inilah musik jazz mulai diperhitungkan dan banyak menyebar ke berbagai negara dan juga sebagai pijakan untuk perkembangan jazz selanjutnya, sehingga tidak berlebihan kiranya era ini disebut sebagai &#8220;The Golden Age Of Jazz&#8221;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kokonk.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kokonk.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kokonk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kokonk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kokonk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kokonk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kokonk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kokonk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kokonk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kokonk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kokonk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kokonk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kokonk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kokonk.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kokonk.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kokonk.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=9&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/era-swing-sebagai-the-golden-age-of-jazz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/260c93da3d8b859be1fc3ea6e1a802ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kokonk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Incognito dan Sensasi Acid Jazznya</title>
		<link>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/ingognito-dan-sensasi-acid-jazznya/</link>
		<comments>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/ingognito-dan-sensasi-acid-jazznya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 17:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kokonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokonk.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Jazz memang bisa saja merasuki banyak jenis musik, sebut saja pop jazz, rock jazz, hip hop jazz, soul jazz, bahkan dangdut jazz yang dulu pernah dipopulerkan Trakeba, kolaborasi antara Indra Lesmana dan Camelia Malik beberapa tahun lalu. Hal ini juga yang persis terjadi pada perhelatan festival musik jazz tahunan, Dji Sam Soe Jakarta International Java [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=8&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jazz memang bisa saja merasuki banyak jenis musik, sebut saja pop jazz, rock jazz, hip hop jazz, soul jazz, bahkan dangdut jazz yang dulu pernah dipopulerkan Trakeba, kolaborasi antara Indra Lesmana dan Camelia Malik beberapa tahun lalu. Hal ini juga yang persis terjadi pada perhelatan festival musik jazz tahunan, Dji Sam Soe Jakarta International Java Jazz Festival. Sama halnya yang terjadi dengan  grup musik asal United    Kingdom, <b>Incognito</b>. Yang berhasil memadukan jazz dengan soul, funk, fusion dan elektronika. Walau sudah seringkali tampil di Indonesia, masih saja banyak penggemar setianya yang setia antri berlama-lama menunggu penampilan mereka. Corak musik Acid Jazz -seperti juga yang disebut<b> Jean Paul  Maunick a.k.a Bluey</b>, sang gitaris- sangat disukai pengunjung festival ini. Penampilannya membuka panggung Plenary Hall pada hari pertama (07/03) (menggantikan Matt Bianco yang batal hadir) juga hari ketiga menutup Plenary Hall tidak pernah sepi penunjung, semua asik menyimak sambil bergoyang mengikuti irama hentakan musik yang identik dengan <i>beat</i> drum yang stabil  dan <i>rhythm</i> gitar Bluey yang cepat.</p>
<p>Memang tidak bisa begitu saja melupakan keunikan personel-personel yang lain. Karena semua personel yang berada dibelakang masing-masing instrumennya juga menyumbangkan suara yang tidak kalah bagusnya. Keyboard <b>Matt Cooper </b>yang seringkali mengejutkan dan  mengeluarkan suara-suara yang tidak biasa juga tentunya rentetan<i> brass section </i>yang senantiasa pas mengisi pada setiap momennya.  Suara <b>Maysa Leak</b>, yang tebal, berat dan  bertenaga hadir mengimbangi peraduan instrumen yang ada, tidak kalah juga vocal  <b>Tony Monrelle, Imaani </b>dan <b>Jocelyn Brown</b>. Hal yang istimewa terjadi kali ini,  karena sepanjang penampilannya, Bluey mengajak vokalis wanita asal Bandung <b>&#8216;Dira&#8217;</b> untuk ikut  bernyanyi tentunya disamping ketiga vokalis fenomenal Incognito lainnya.</p>
<p>Malam terakhir menutup panggung Plenary Hall itu (09/03), Incognito membukanya dengan lagu &#8216;Deep Water&#8217;, dengan tempo dan beat yang slow, tapi tetap tidak membuat penonton berdiam diri menikmati alunan lagu. Lalu Dira muncul dan beradu vocal dengan Maysa Leak dalam lagu &#8216;Talking Loud&#8217;. Walau terdengar tidak sekuat Maysa, namun <i>applauses</i> penonton tetap terdengar riuh terlebih di saat Dira melantunkan vocalnya. Dilanjutkan dengan beberapa lagu diantaranya, &#8216;Nights over Egypts&#8217;, &#8216;Don&#8217;t You Worry &#8216;Bout a Thing&#8217;, &#8216;Everyday&#8217; dan diakhiri dengan hits yang paling populer &#8216;Still a Friend of Mine&#8217;.</p>
<p>Beberapa kali juga Bluey mengajak penonton untuk ikut bernyanyi bersama-sama disela lagunya. Puncaknya pada lagu terakhir, ketika ia membagi penonton menjadi dua bagian, A dan B. Bagian A melantunkan irama <i>rhythm</i>, sedang yang B menyanyikan <i>refrain</i> &#8220;Still a Friend of Mine’. Mungkin bagian inilah yang akan membekas dihati para  pecinta Incognito.<b><i> </i></b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kokonk.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kokonk.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kokonk.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kokonk.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kokonk.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kokonk.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kokonk.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kokonk.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kokonk.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kokonk.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kokonk.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kokonk.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kokonk.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kokonk.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kokonk.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kokonk.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=8&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/ingognito-dan-sensasi-acid-jazznya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/260c93da3d8b859be1fc3ea6e1a802ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kokonk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Herbie Hancock Memenangkan Album Terbaik pada Grammy Awards 2008</title>
		<link>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/herbie-hancock-memenangkan-album-terbaik-pada-grammy-awards-2008/</link>
		<comments>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/herbie-hancock-memenangkan-album-terbaik-pada-grammy-awards-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 17:26:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kokonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokonk.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Ajang penyelenggaraan penghargaaan tertinggi bagi insan musik dunia, Grammy Awards, baru saja usai digelar 10 Februari lalu.Yang mengejutkan adalah terpilihnya album River: The Joni Letters dari Harbie Hancock sebagai Album of the year. Penghargaan ini terbilang langka mengingat hanya album Getz/Gilberto dari Stan Getz and João Gilberto yang pernah mendulang kesuksesan serupa. Album &#8220;River&#8221; juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=7&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ajang penyelenggaraan penghargaaan tertinggi bagi insan musik dunia, Grammy Awards, baru saja usai digelar 10 Februari lalu.Yang mengejutkan adalah terpilihnya album <i>River: The Joni Letters</i> dari Harbie Hancock sebagai Album of the year. Penghargaan ini terbilang langka mengingat hanya album <i>Getz/Gilberto</i> dari Stan Getz and João Gilberto yang pernah mendulang kesuksesan serupa.</p>
<p>Album &#8220;River&#8221; juga diganjar Best Contemporary Jazz Album, dimana  <b>Herbie Hancock </b>bersaing ketat dengan <b>Will Bernard</b>, <b>Brian Bromberg</b>, <b>Eldar</b> dan <b>Jeff Lorber</b> di kategori ini.</p>
<p>Berikut ini nama para pemenang kategori jazz lainnya:<br />
<b>Best Jazz Vocal Album</b>: Patti Austin, <i>Avant Gershwin</i><br />
<b>Best Jazz Instrumental Solo</b>: “Anagram,” Michael Brecker, soloist<br />
<b>Best Jazz Instrumental Album, Individual or Group</b>: Michael Brecker, <i>Pilgrimage</i><br />
<b>Best large Jazz Ensemble Album</b>: Terence Blanchard, <i>A Tale Of God&#8217;s Will (A Requiem For Katrina)</i><br />
<b>Best Latin Jazz Album</b>:  Paquito D&#8217;Rivera Quintet, <i>Funk Tango</i></p>
<p align="center">***</p>
<p>Album &#8220;River: The Joni Letters&#8221; dirilis dibawah perusahaan rekaman Verve 25 September 2007 lalu. Menampilkan 12 lagu-lagu populer milik Joni Mitchell dan didukung sejumlah artis/musisi kenamaan seperti Norah Jones, Corinne Bailey Rae, Luciana Souza, Leonard Cohen, Tina Turner, dan Joni Mitchell sendiri.</p>
<p>Herbie Hancock lahir di Chicago, 12 April 1940. Ia pernah belajar dua bidang studi sekaligus, musik dan teknik elektro. Saat ia berusia 11 tahun, telah tampil bersama Chicago Symphony Orchestra membawakan karya Mozart.</p>
<p>Ia &#8216;ditemukan&#8217; dan bergabung dengan trumpeter Donald Byrd tahun 1960 saat usianya 20 tahun. Tiga tahun kemudian ia merilis album pertamanya, &#8220;Takin&#8217; Off&#8221; yang meluncurkan hits &#8216;Watermelon Man&#8217; sebelum akhirnya bergabung dengan Miles Davis Quintet.</p>
<p>Herbie Hancock juga merupakan orang yang memperkenalkan Wynton Marsalis kepada dunia, dengan menjadi produser debut albumnya. Namun tak hanya itu, Herbie Hancock juga pernah meraih penghargaan Grammy untuk single &#8220;Rock it&#8221; dalam album Future Shock dalam kategori R&amp;B Instrumental.</p>
<p>Pria yang juga pernah menggarap musik score untuk film Round Midnight &#8211; yang juga diganjar penghargaan Academy Award &#8211; selain menjadi aktor, mencatatkan beberapa kali memenangkan grammy untuk album-albumnya yang lain seperti &#8220;The New Standard&#8221; &amp; &#8220;Gershwin&#8217;s World&#8221;.<b><i> </i></b></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kokonk.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kokonk.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kokonk.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kokonk.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kokonk.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kokonk.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kokonk.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kokonk.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kokonk.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kokonk.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kokonk.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kokonk.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kokonk.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kokonk.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kokonk.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kokonk.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=7&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/04/herbie-hancock-memenangkan-album-terbaik-pada-grammy-awards-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/260c93da3d8b859be1fc3ea6e1a802ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kokonk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jazz dan Musik Populer dalam Lintasan Sejarah</title>
		<link>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/03/jazz-dan-musik-populer-dalam-lintasan-sejarah/</link>
		<comments>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/03/jazz-dan-musik-populer-dalam-lintasan-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 16:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kokonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokonk.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan singkat ini, sejujurnya, lahir dari kegelisahan penulis, Pradiptho Niwandhono, sebagai seorang penggemar dan pemerhati musik jazz, oleh masih sangat minimnya perhatian masyarakat, terutama Indonesia, terhadap jenis musik ini. Seperti halnya musik klasik, sebagian besar orang memang cenderung menganggap jenis musik ini terlalu berat, abstrak, dan sulit untuk dicerna. Disamping itu, jazz acap kali distereotipkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=6&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan singkat ini, sejujurnya, lahir dari kegelisahan penulis, <b>Pradiptho Niwandhono</b>, sebagai          seorang penggemar dan pemerhati musik jazz, oleh masih sangat minimnya          perhatian masyarakat, terutama Indonesia, terhadap jenis musik ini. Seperti          halnya musik klasik, sebagian besar orang memang cenderung menganggap          jenis musik ini terlalu berat, abstrak, dan sulit untuk dicerna. Disamping          itu, jazz acap kali distereotipkan sebagai musik kaum elite atau kaum          gedongan, walaupun kenyataannya di kalangan “gedongan” sendiri,          sebenarnya penggemar ataupun penikmat musik jazz masih merupakan golongan          minoritas. Bahkan di kalangan kaum muda dewasa ini sudah umum dijumpai          anggapan bahwa jazz adalah “musik orang tua yang membosankan dan          membuat kita mengantuk”.</p>
<p>Munculnya <i>image</i> bagi jazz yang kurang menguntungkan ini berpangkal          pada sebuah pengertian yang dominan bahwa fungsi utama musik adalah untuk          menghibur dan memberikan kepuasan kepada khalayak, dengan tujuan mendapatkan          keuntungan. Adanya perkembangan teknologi, yaitu munculnya alat perekam          suara pada akhir abad ke-19 telah mengakibatkan pergeseran besar dalam          seni musik dunia. Jika pada awalnya musik merupakan ekspresi murni perasaan          manusia maka kini musik menjadi produk industri rekaman dan komoditas          dagang. Kapitalisme industri musik juga telah menggeser musik-musik lama          yang menunjukkan identitas kultural masing-masing etnis/bangsa di dunia,          dan sebagai gantinya muncullah jenis musik baru yang mengatasi dan meluruhkan          perbedaan-perbedaan kultural yang ada, yaitu apa yang disebut “musik          populer”. Tanpa mengesampingkan kreativitas dari musisi pop (hanya          sebagian kecil musisi pop memiliki kreativitas orisinil!), sesungguhnya          tidak sedikit komposisi pop merupakan bentuk-bentuk yang terstandarisasi          atau reproduksi dari trend-trend sesaat, dan fenomena ini cenderung berlangsung          secara global.</p>
<p>Dalam hal ini patut diperhatikan bahwa musik jazz muncul sebagai peralihan          dari musik “tradisional” menuju musik “populer”.          Pada awal perkembangannya, jazz dapat dikategorikan sebagai sebuah contoh          musik tradisi, dimana musik ini sangat mewakili ekspresi dan kultur masyarakat          kulit hitam di Amerika Serikat. Sebagai musik yang mewakili sebuah masyarakat          yang terdiskriminasi, maka perkembangan jenis musik ini juga akan mengalami          nasib kurang lebih sama. Timbulnya aliran swing pada dekade 1930-an membawa          perubahan penting dalam cara orang memandang musik ini, yang akhirnya          berpengaruh pada pengkategorian posisi jazz di antara berbagai musik lain.          Era swing ditandai dengan munculnya jazz band dengan jumlah pemain yang          besar (big band), yang dapat dilihat sebagai sebuah bentuk orkestrasi          ala Eropa yang diaplikasikan dalam jazz, walaupun tetap mempertahankan          ciri-ciri pokoknya, seperti improvisasi, sinkopasi dan <i>blue note</i>          (nada yang merendah pada not ketiga dan ketujuh, merupakan ciri khas musik          blues dan jazz). Dengan perkembangan tersebut, jazz tidak lagi dianggap          musik “barbar” karena identik dengan orang kulit hitam. Pada          masa itu, jazz bahkan telah menjadi musik populer, dengan irama swing-nya          yang cocok untuk berdansa, dan pada masa itu pula jazz mulai menyebar          ke belahan dunia lain seperti Eropa ataupun Asia.</p>
<p>Perkembangan jazz yang semakin mengarah pada musik hiburan tersebut          menimbulkan reaksi di kalangan musisi jazz kulit hitam. Beberapa diantaranya          seperti <b>Charlie Parker </b>dan<b> Dizzy Gillespie </b>lantas          memperkenalkan bebop, sebuah style baru dalam jazz pada sekitar akhir          dekade 1940-an. Kemunculan bebop ini sering disebut sebagai revolusi dalam          musik jazz, karena konon para eksponennya memiliki sebuah spirit baru          yang bertujuan mengembalikan jazz pada hakikatnya sebagai musik “seni”          khas kaum negro. Aliran baru ini ditandai dengan berkembangnya formasi          band/<i>combo</i> secara lebih minimalis dengan konsekuensi semakin luasnya          ruang bagi improvisasi solo masing-masing pemain. Di samping gaya swing          dengan formasi big bandnya, bebop dan beberapa variasi yang muncul kemudian          (hard bop, cool jazz, dsb.) menjadi aliran utama (<i>mainstream</i>)          dan pusat dari perkembangan jazz dunia hingga masa kini.<br />
Semenjak “revolusi” bebop, jazz agaknya cenderung berkembang          menjadi sebuah genre yang lebih eksklusif daripada sebelumnya dan makin          tampak terpisah dari berbagai jenis musik lain. Memang, jazz kemudian          benar-benar berkembang menjadi sebuah musik “seni” dengan          tingkat kesulitan tinggi sebagaimana halnya musik klasik. Pada masa-masa          sekarang ini akan lebih banyak dijumpai musisi jazz jebolan sekolah-sekolah          musik, walaupun kenyataannya para dedengkot awal jazz hampir semuanya          belajar bermusik secara otodidak. Sebagai sebuah genre musik yang makin          membutuhkan keseriusan, maka tidak mengherankan apabila jazz mulai agak          dijauhi khalayak. Apalagi pada saat itu, trend rock’n roll makin          merajai blantika musik populer dunia. Jika pada tahun 1940-an, jazz dapat          dijumpai pada komunitas tempat hiburan umum dan pesta-pesta dansa, sejak          sekitar tahun 1950 dan selanjutnya akan terasa “bergeser”          menuju komunitas intelektual dan akademisi, dimana mereka semakin cenderung          memperlakukan musik ini seakan sebuah “disiplin ilmu” tersendiri.          Jika ditelaah lebih lanjut, adanya revolusi bebop setidaknya membawa beberapa          dampak positif : Pertama, di tengah iklim rasialisme yang masih kuat hingga          tahun 1960-an (ingat kasus tertembaknya <b>Martin Luther King</b>,          pejuang kulit hitam AS pada tahun 1968), jazz mulai dikategorikan sebagai          bagian dari “budaya tinggi”, di saat musik rock yang diangkat          kaum kulit putih justru lebih menjadi bagian dari “budaya massa”.          Kedua, dengan sedikit melepaskan diri dari bentuk orkestrasi ala swing          akan memungkinkan para musisi jazz melakukan eksplorasi-eksplorasi baru          dengan mengadaptasikan unsur dari musik-musik yang dianggap dapat memperkaya          jazz. Tanpa bebop, mungkin tidak akan pernah ada jazz fusion, avant garde          atau world music yang mengeksplorasi musik-musik etnis dari berbagai belahan          dunia.</p>
<p>Pada masa-masa belakangan, semakin tampak bahwa musik jazz senantiasa          kontradiktif dengan musik populer (rock dan pop), dimana jika seseorang          menjadi penggemar salah satu jenis musik ini biasanya akan menolak yang          lainnya. Yang kurang diketahui umum adalah bahwa kedua jenis musik tersebut          memiliki hubungan satu sama lain yang saling mempengaruhi. Bukankah jazz          maupun rock tumbuh dari akar yang sama, yakni blues? Mungkin tidak banyak          orang yang tahu bahwa lagu-lagu <b>The Beatles</b> telah banyak          dibawakan oleh para musisi jazz sebagai lagu standar. Atau bahwa <b>Sting</b>,          pentolan grup <i>New Wave</i> era 80-an, <b>The Police</b>,          adalah juga seorang musisi jazz yang handal. Akibat interaksi antara jazz          dan musik-musik hiburan terbukti telah melahirkan berbagai sintesis baru          yang memperkaya nuansa baik dalam jazz maupun rock. Bagi para musisi pop          atau rock yang mengadopsi elemen jazz akan memberi mereka suatu nilai          lebih karena dengan demikian akan dianggap lebih bermutu, sementara sebaliknya          bagi kalangan musisi jazz, dengan mengadopsi unsur musik populer akan          menyebabkan karya mereka lebih memiliki daya jual.</p>
<p>Munculnya berbagai bentuk sintesis antara jazz dan musik hiburan ini          sering menjadi bahan perdebatan di kalangan kritikus musik, mengenai pengkategorian          yang menjadi semakin kabur karenanya. Sejak sekitar tahun 1980-an, berbagai          aliran baru ini diberi nama <i>Adult Contemporary</i> (AC), agaknya          untuk menunjukkan bahwa musik ini ditujukan untuk kalangan usia tertentu          yang dianggap telah “dewasa”, biasanya usia 30 tahun ke atas..          Musik-musik yang dapat dikategorikan sebagai AC ini meliputi:</p>
<ol>
<li> <b>Fusion</b>, yang lahir sekitar akhir dekade 1960-an,            ketika <b>Miles Davis</b>, seorang eksponen bebop dan cool jazz mempopulerkan            sebuah varian baru jazz dengan mengadopsi unsur rock dan soul / R&amp;B.            Kepeloporan Miles dilanjutkan oleh musisi-musisi generasi di bawahnya.            Salah seorang yang paling sukses adalah <b>Chick Corea</b> dimana ia mempopulerkan            penggunaan instrumen elektronis dalam jazz, sehingga fusion kemudian            hampir tidak dapat dilepaskan dari ciri (elektronis) tersebut. Pada            awalnya, fusion masih cukup sarat dengan improvisasi jazz, akan tetapi            kemudian semakin mengarah pada pop dengan jenis komposisi yang disederhanakan            untuk lebih menarik selera pasar. Jenis terakhir ini kemudian lebih            populer dengan istilah smooth jazz atau terkadang disebut pula contemporary            jazz.</li>
<li>“<b>Jazzy</b>”, yang berarti “agak-agak            ngejazz” atau “sedikit bernuansa jazz”. Umumnya istilah            ini dipergunakan untuk menyebut musik populer yang mengadopsi unsur            jazz, umumnya pada progresi chord (yang mewakili unsur “blue note”) maupun irama (rhythm) yang sering dipergunakan dalam jazz misalnya swing,            soul, bossanova dan sebagainya. Beberapa pengusung awal jazzy antara            lain kelompok <b>Blood, Sweat &amp; Tears (BS&amp;T) </b>dan            <b>Chicago</b> sekitar tahun 1968. Artis-artis jazzy memiliki            latar belakang beraneka ragam. Ada sebagian artis/musisi yang memang            memilih jazzy sebagai konsep musiknya, ada pula yang menjadi “jazzy”            hanya karena kolaborasinya dengan musisi-musisi jazz. Dengan demikian,            warna musiknya akan beraneka ragam. Salah satu varian yang paling populer            belakangan ini adalah acid jazz, dimana aliran musik baru ini konon            merupakan hasil “ulah” para DJ (disc jockey) dalam menciptakan            suatu jenis musik dance dengan memasukkan unsur jazz, soul, hip hop,            dan funk dalam satu komposisi/lagu. Acid jazz yang dibawakan oleh grup            seperti Brand New Heavies dan Incognito, dengan beat-nya yang dinamis            ini dengan segera memperoleh sambutan dari kalangan pendengar yang lebih            muda.</li>
</ol>
<p>Dari ilustrasi historis yang sangat singkat ini kiranya dapat diperoleh            sebuah pengertian bahwa jazz tidak melulu merupakan jenis musik serius            dan membosankan. Kiranya lebih tepat jika dikatakan bahwa jazz merupakan            sebuah proses “tarik ulur” antara tradisi musik seni / klasik            yang bersifat elitis dengan musik hiburan yang mewakili aspirasi khalayak            lebih luas. Dari proses tarik ulur inilah kemudian muncul banyak sekali            varian ataupun aliran dalam jazz yang makin memperkaya khazanah musik            ini. Sesungguhnya, jazz menawarkan keanekaragaman dan eksplorasi-eksplorasi            musikal yang sayang apabila diabaikan begitu saja, apalagi bagi generasi            muda yang biasanya paling memiliki rasa ingin tahu. Akhir kata penulis            ucapkan : selamat mencoba!</p>
<p><b>Jazz In Love</b></p>
<p>ACID JAZZ<br />
1. Still a Friend of Mine – INCOGNITO<br />
2. Dreams Come True – BRAND NEW HEAVIES<br />
3. Girl Overboard – SNOWBOY<br />
4. Canned Heat &#8211; JAMIROQUAI<br />
5. Stepping into My Life – THE JAMES TAYLOR QUARTET<br />
6. Sweet Feelings – ESPERANTO</p>
<p>JAZZ STANDARDS<br />
1. Love Is Here To Stay – ELLA FITZGERALD &amp; LOUIS ARMSTRONG<br />
2. Round Midnight – THELONIUS MONK<br />
3. Route 66 – GRADY TATE<br />
4. Stardust – HELEN HUMES<br />
5. Summertime – JOE HENDERSON feat. CHAKA KHAN<br />
6. Sweet Lorraine – NAT KING COLE<br />
7. My Funny Valentine – MILES DAVIS<br />
8. How High the Moon – DEE-DEE BRIDGEWATER<br />
9. Mack the Knife – LOUIS ARMSTRONG<br />
10. Spain – AL JARREAU</p>
<p>SWING<br />
1. Route 66 – THE MANHATTAN TRANSFER<br />
2. Do Nothing Till You Hear from Me – ROBBIE WILLIAMS<br />
3. L.O.V.E. – NATALIE COLE<br />
4. Come Rain or Come Shine – DIANE SCHUUR<br />
5. Beyond the Sea – GEORGE BENSON feat. COUNT BASIE ORCHESTRA<br />
6. Let’s Fall in love – DIANA KRALL<br />
7. Goin’ Home – AL JARREAU &amp; TAKE 6</p>
<p>BALLADS<br />
1. Misty – SARAH VAUGHAN<br />
2. Unforgettable – NATALIE COLE feat. NAT KING COLE<br />
3. What a Wonderful World – KENNY G &amp; LOUIS ARMSTRONG<br />
4. Love Dance – DIANE SCHUUR<br />
5. Tears in Heaven – JOSHUA REDMAN feat. PAT METHENY<br />
6. For Sentimental Reason – SYAHARANI<br />
7. You’ve Changed – GEORGE MICHAEL</p>
<p>BOSSA NOVA<br />
1. The Girl from Ipanema – STAN GETZ feat. JOAO &amp; ASTRUD GILBERTO<br />
2. Agua de Beber – ASTRUD GILBERTO<br />
3. Blue Bossa – BENNY CARTER<br />
4. Mas Que Nada – SERGIO MENDES<br />
5. Desafinado – EDEN ATWOOD<br />
6. Corcovado (Quiet Night Of Quiet Stars) – LAURA FYGI<br />
7. Waters of March – AL JARREAU &amp; OLETA ADAMS<br />
8. One Note Samba – EARL KLUGH</p>
<p>JAZZ FUSION &amp; FUNK<br />
1. Night Rhythms – LEE RITENOUR<br />
2. Invitation – SHAKATAK<br />
3. Brazilian Love Affair – GEORGE DUKE<br />
4. Come With Me – TANIA MARIA<br />
5. Daddy’s Gonna Miss You – YELLOWJACKETS<br />
6. Rio Rush – FOURPLAY</p>
<p>SMOOTH JAZZ<br />
1. Antonio’s Song – MICHAEL FRANKS<br />
2. Angela – BOB JAMES<br />
3. Springtime Laughter – SPYRO GYRA feat. BASIA<br />
4. Between the Sheets – FOURPLAY feat. CHAKA KHAN<br />
5. You Make Me Smile – DAVE KOZ<br />
6. Midnight in San Juan – EARL KLUGH<br />
7. This Masquerade – GEORGE BENSON<br />
8. After the Love Has Gone – DAVID BENOIT/R. FREEMAN feat. PHIL            PERRY</p>
<p>JAZZY TUNES<br />
1. Smooth Operator – SADE<br />
2. Just the Two of Us – BILL WITHERS &amp; GROVER WASHINGTON JR<br />
3. When We Make a Home – SADAO WATANABE<br />
4. Baby You’re Mine – BASIA<br />
5. After the Love Has Gone – EARTH WIND AND FIRE<br />
6. Through the Fire – CHAKA KHAN<br />
7. By The Time This Night Is Over – PEABO BRYSON &amp; KENNY G</p>
<p>JAZZ INDONESIA<br />
1. Reborn – INDRA LESMANA<br />
2. Moliendo Café – BUBI CHEN<br />
3. Dia – SYAHARANI<br />
4. Menanti – TOHPATI feat. LITA ZEIN<br />
5. Night in Samarinda – CANIZZARO<br />
6. Take Off to Padang &#8211; KARIMATA<br />
7. Satu Nuansa Jiwa – ERMY KULLIT</p>
<p>INDONESIAN JAZZY VOCALS<br />
1. Jangan Menggoda Lagi – PETER F GONTHA &amp; SYAHARANI<br />
2. Andai Saja – IGA MAWARNI<br />
3. Bisikan Hati – ANDIEN<br />
4. Keraguan – 2D (DIAN PP / DEDDY DHUKUN)<br />
5. Dara &#8211; CHASEIRO<br />
6. New Sakura – FARIZ RM<br />
7. Semurni Kasih – DIAN PRAMANA PUTRA<br />
8. Kesan – ERMY KULLIT<br />
9. Kembali – GLENN FREDLY</p>
<p>ACID JAZZ INDONESIA<br />
1. Satu Mimpiku – THE GROOVE<br />
2. Dan Senyumlah – SINGIKU<br />
3. Denganmu – BUNGLON feat. NERI PER CASSO<br />
4. Interaksi – HUMANIA<br />
5. Universal &#8211; CLOROPHYL</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kokonk.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kokonk.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kokonk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kokonk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kokonk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kokonk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kokonk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kokonk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kokonk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kokonk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kokonk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kokonk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kokonk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kokonk.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kokonk.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kokonk.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=6&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/03/jazz-dan-musik-populer-dalam-lintasan-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/260c93da3d8b859be1fc3ea6e1a802ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kokonk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jazz Radio Broadcasts in Indonesia</title>
		<link>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/01/jazz-radio-broadcasts-in-indonesia/</link>
		<comments>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/01/jazz-radio-broadcasts-in-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 08:48:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kokonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokonk.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[SUMATRA Prima 104,4 FM &#8211; Banda Aceh Yuppies Station &#8211; Setiap Hari mulai pukul 12.00 &#8211; 14.00 wib Nikoya FM 106FM &#8211; Banda Aceh Setiap hari Minggu 12.00 &#8211; 14.00 wib Classy FM &#8211; Padang PAS FM &#8211; Pekanbaru Smart FM &#8211; Pekanbaru Aditya FM &#8211; Pekanbaru City Radio 95.9 FM &#8211; Medan Jamz on [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=12&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>SUMATRA</b></p>
<ul>
<li><b>Prima 104,4 FM &#8211; Banda Aceh<br />
</b>Yuppies Station &#8211; Setiap Hari mulai pukul 12.00 &#8211; 14.00 wib</li>
<li><b>Nikoya FM 106FM &#8211; Banda Aceh</b><br />
Setiap hari Minggu 12.00 &#8211; 14.00 wib</li>
<li><b>Classy FM &#8211; Padang</b></li>
<li><b>PAS FM &#8211; Pekanbaru </b></li>
<li><b>Smart FM &#8211; Pekanbaru</b></li>
<li><b>Aditya FM &#8211; Pekanbaru</b></li>
<li><b><a href="http://www.wartajazz.com/radio/radio-city-medan.html">City Radio<b> 95.9 FM</b> &#8211;  Medan<br />
</a></b>Jamz on Night &#8211; Setiap Senin 19.00-20.00 WIB</li>
<li><b>Delta 105.8            FM &#8211; Medan<br />
</b>Setiap hari Senin pukul 21.00-22.00 WIB</li>
<li><b>Prapanca 95.1 FM &#8211; Medan</b></li>
<li><b>Sonya 106.6 FM &#8211; Medan</b></li>
<li><b>Trijaya FM Pekanbaru<br />
</b>Setiap minggu pukul 19.00 &#8211; 21.00 wib</li>
<li><b>Radio Satya Bhakti Polda 88.4 FM &#8211; Medan</b><br />
Acara &#8220;Halimun&#8221; -Setiap Kamis Malam jam 21:00-24:00</li>
<li><b>HANG 106.0 FM &#8211; Batam</b></li>
<li><b>DP 101.1 FM &#8211; Palembang</b><br />
Setiap Selasa, Rabu dan Jumat Jam 20.00 &#8211; 21.00</li>
<li><b>SMART 101.8 FM &#8211; Palembang</b></li>
</ul>
<p><b>JAKARTA</b></p>
<ul>
<li><b><a href="http://www.cnjradio.fm/" target="_blank">CLASSIC NEWS AND JAZZ (CNJ RADIO) 99.9 FM &#8211; Jakarta</a><br />
</b>24hours full jazz &amp; classic</li>
<li><b><b><a href="http://www.wartajazz.com/radio/radio-cosmopolitanfm-jakarta.html">COSMOPOLITAN            FM 90.4 Mhz &#8211; Jakarta</a></b></b><b><br />
</b>&#8220;JAZZ ON MY MIND<b>&#8221; </b>setiap Senin            Pkl. 20.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Bersama Otti Jamalus dan Yance Manusama</li>
<li><a href="http://www.wartajazz.com/radio/radio-trijayafm-jakarta.html"><b>TRIJAYA 104.6 FM &#8211;            Jakarta</b></a><b><br />
</b>Jammin&#8217; on Jazz &#8211; Setiap Minggu 19.00 &#8211; 21.00 WIB</li>
<li><b>RADIO DELTA 99.1 FM &#8211; Jakarta</b></li>
<li><b>JAK 101 FM &#8211; Jakarta<br />
</b>One Acid Jazz Hours &#8211; Setiap Selasa Pkl. 21.00 &#8211; 23.00 WIB<br />
One Jazz Hour &#8211; Setiap Minggu Pkl. 13.00 &#8211; 15.00 WIB</li>
<li><b>RRI PRO 2 105.1 FM &#8211; Jakarta</b></li>
<li><b>HARD ROCK 87.6 FM &#8211; Jakarta<br />
</b>Setiap Minggu malam mulai 21.00 &#8211; 22.00 WIB</li>
<li><b>EL SHINTA 90.05 FM &#8211; Jakarta</b></li>
<li><b>RAMAKO 105.8 FM &#8211; Jakarta</b><br />
Jazzy on Magic &#8211;         Setiap Hari Sabtu &#8211; pkl. 06.00 s/d 24.00 wib</li>
<li><b>I RADIO</b><br />
Interlude Setiap Rabu pukul 21.00 &#8211; 22.00 WIB</li>
<li><b>Radio Otomotion 97.5FM &#8211; Jakarta</b><br />
Jazz Corner<br />
Setiap Rabu  21.00-24.00</li>
<li><b>RADIO A 96.7 FM &#8211; Jakarta</b><br />
Jazz Island &#8211; Setiap  Minggu Pkl. 21.00-22.00 WIB</li>
<li><b>Woman Radio 94.3 FM &#8211; Jakarta</b></li>
<li><b>Smart FM 95.9 FM &#8211; Jakarta<br />
</b>Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)<br />
Setiap Senin pukul 21.00 wib dan Sabtu pukul 15.00 wib</li>
</ul>
<p><b>         JAWA BARAT &amp; BANTEN </b></p>
<ul>
<li><b>      88,2 FM Hot Radio &#8211; Serang </b></li>
<li><b>Pro 3 107.5 FM Bogor</b><br />
Journey To Jazz&#8221; bersama Idang Rasjidi</li>
<li><b>KLCBS 100.4 FM &#8211; Bandung<br />
</b>Sepanjang hari &#8211; Senin sampai Minggu</li>
<li><b><a href="http://www.wartajazz.com/radio/radio-walagri-bandung.html">WALAGRI 93.3 FM &#8211; Bandung</a></b><br />
Jazz Talks On Air<br />
Setiap Minggu pukul 20.00-22.00 WIB</li>
<li><b>MARA GHITA 106,7 FM &#8211; Bandung<br />
</b>Cafe Mara<br />
Setiap Minggu pukul 22.00-24.00 WIB</li>
<li><b>SKY 90.5 FM &#8211; Bandung<br />
</b>Jazz Lounge<br />
setiap hari Senin pukul 21.00-23.00.</li>
<li><b>RASE 102.3 FM &#8211; Bandung<br />
</b>Jazz &amp; Books<br />
Setiap            hari Minggu 16.00 &#8211; 18.00</li>
<li><b>BUZZ Radio 89.7 FM &#8211; Bandung</b><br />
Jazz Buzzing Thru.<br />
Setiap Sabtu 22.00 &#8211; 24.00 WI</li>
<li><b>HER Radio 88.9 FM &#8211; Bandung<br />
</b>Setiap hari Senin-Jumat 06.00-10.00, 16.00-17.00, 18.00-20.00            WIB<br />
Setiap Senin-Minggu 13.00 -14.00 WIB</li>
<li><b><b>HardRock FM &#8211; 87.7 Mhz &#8211; Bandung</b></b></li>
<li><b>Trijaya 91.3 FM <b>- Bandung<br />
</b></b>Jammin&#8217; on Jazz &#8211; Setiap Minggu 19.00 &#8211; 21.00 WIB</li>
<li><b>OZ 103 FM &#8211; Bandung</b><br />
Jazzyozzie</li>
<li><b>MGTFM 101.1            &#8211; Bandung</b><br />
Jazz Hour &#8211; Setiap Minggu 17.00 &#8211; 19.00 WIB</li>
<li><b>AR 92.9 FM &#8211; Cimahi</b><br />
Just 4 Jazz<br />
Setiap Jumat Pukul 22.00 &#8211; 24.00 WIB</li>
<li> <b>KC-10 87,90 FM &#8211; Indramayu</b><br />
Just 4 Jazz<br />
Setiap Jumat Pukul 22.00 &#8211; 24.00 WIB</li>
<li><b>DBFM            91.1 &#8211; Cirebon<br />
</b>Setiap hari Kamis &#8211; pukul 19.00 &#8211; 22.00 WIB</li>
</ul>
<p><b>         JAWA TENGAH DAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA</b></p>
<ul>
<li><b>ARDIA FM Yogyakarta</b><br />
Full jazz setiap hari. Supported 100% by WartaJazz.com</li>
<li><b>SWA 92.3 FM &#8211; Yogyakarta<br />
</b>&#8220;JAZZ WITH SWA&#8221;, Setiap Minggu ke 2 dan 4, mulai           pukul 21.00 &#8211; 23.00<br />
&#8220;PROGRESSIVE WITH SWA&#8221; Setiap Minggu ke 1 &amp; 3<b>,</b>            mulai pukul 21.00 &#8211; 23.00</li>
<li><b>GERONIMO            106.1 FM &#8211; Yogyakarta</b><br />
Tiap Rabu Malam Pkl 20.00 &#8211; 21.00 WIB</li>
<li> <b>RASIALIMA            FM &#8211; 89.7 Mhz &#8211; Yogyakarta<br />
</b> Jazz Box setiap Kamis malam Pkl. 21.00 &#8211; 22.00 WIB</li>
<li><b>SWARAGAMA            101.7 FM &#8211; Yogyakarta</b></li>
<li><b>Channel 5 FM &#8211; 94.6 Mhz- Yogyakarta<br />
</b>Tiap Senin malam Jam 21.00 &#8211; 23.00</li>
<li><b>BIKIMA FM &#8211; Yogyakarta</b></li>
<li><a href="http://www.wartajazz.com/radio/radio-swafm-jogja.html"><b></b></a><b>UNISI            FM &#8211; Yogyakarta</b></li>
<li><b>PRO3 103 FM &#8211; Yogyakarta<br />
</b>Jazzy Tunes<br />
Setiap Rabu 20.45 &#8211; 22.00 WIB</li>
<li><b>TRIJAYA 97.0 FM &#8211; Yogyakarta<br />
</b>Jammin&#8217; on Jazz &#8211; Setiap Minggu 19.00 &#8211; 21.00 WIB</li>
<li><b>ITrax 88.7 FM &#8211; Yogyakarta</b></li>
<li><b>SAS FM &#8211; Solo</b></li>
<li><b>SOLO Radio 92.9 FM &#8211; Solo<br />
</b>Setiap Jumat 21.00 &#8211; 22.00 WIB<br />
Jamz on Night Court with WartaJazz.com</li>
<li><b>SMART 93.4 FM &#8211; Semarang</b><br />
Legend of Jazz bersama Ramsey Lewis (host)<br />
Setiap Senin pukul 21.00 dan Sabtu pukul 15.00</li>
<li><b> TRIJAYA FM Semarang</b></li>
<li><b>SS Smooth Jazz 105.2 FM, Semarang</b><br />
Rescue Me (Senin &#8211; Sabtu 10.00 &#8211; 12.00<br />
Jazz For You (Mon &#8211; Sat 18.00 &#8211; 20.00)<br />
Khusus Acid Jazz setiap sabtu di Jazz For You mulai jam 19.00 sd 20.00</li>
<li><b>BSP 103,7 FM, Pekalongan<br />
</b>1. THE HISTORY OF JAZZ &#8211; setiap hari jam 08.00 ; 13.00 ; 22.00<br />
2. MUSIKALITAS &#8211; setiap hari minggu jam 22.00-24.00</li>
<li><b>Mitra 104.9 FM Purwokerto</b></li>
</ul>
<p><b>JAWA TIMUR </b></p>
<ul>
<li>Kencana 98.6 FM &#8211; Malang<br />
Jazzi (Jazz Indonesia) setiap hari Minggu jam 21.00 &#8211; 22.00.</li>
<li>KOSMONITA 95.4 FM &#8211; Malang<br />
KOSMO CORNER” setiap Sabtu sore Pkl. 16.00 &#8211; 18.00 WIB</li>
<li>PRO3 FM &#8211; Malang</li>
<li>MAS 104.5 FM &#8211; Malang</li>
</ul>
<p><b>BALI &amp; LOMBOK</b></p>
<ul>
<li><b><b>HardRock FM &#8211; 87.8 Mhz &#8211; Denpasar</b></b></li>
<li><b>Super Radio 102.3 FM &#8211; Denpasar<br />
</b>Setiap hari Sabtu pukul 14.00 &#8211; 18.00 WITA</li>
<li> <b>Kuta Radio 106 FM, Denpasar</b><br />
Setiap Kamis pagi jam 01:00 &#8211; 04:00 WITA</li>
<li><b>FBI 91.8 FM &#8211; Denpasar</b><br />
Setiap Senin-Minggu pukul 20.00 &#8211; 22.00 wita.</li>
<li> <b>LCBS 96.00 FM &#8211; Lombok</b><br />
Setiap Rabu pukul 18:00 – 19:00 WITA</li>
</ul>
<p><b>         SULAWESI</b></p>
<ul>
<li><b>MERCURIUS Top FM &#8211; Makassar</b></li>
<li><b>DELTA 99.2 FM &#8211; Makassar<br />
</b>deltaJAZZ &#8211; Setiap Senin mulai pukul Pkl. 20:00 – 21:00            Wita.</li>
</ul>
<p><b>         KALIMANTAN</b></p>
<ul>
<li><b>PRO2            FM &#8211; 97,6 FM Samarinda</b><br />
Tiap Minggu malam Pkl. 21.00 &#8211; 23.00 wita</li>
<li><b>DINO 90.9 FM Samarinda<br />
</b>          Jazz on Air<br />
Setiap Jum&#8217;at 21.00 &#8211; 24.00 Wita</li>
<li><b>HEARTLINE 98.8 FM &#8211; Samarinda</b></li>
<li><b>MAHAKAM 101.1 FM &#8211; Samarinda</b></li>
<li>Radio BORNeo 96 FM &#8211; Samarinda<br />
Setiap Senin  21.00 &#8211; 23.00 wita</li>
<li><b>NBI Rasisonia 103.1 FM &#8211; Bontang </b></li>
<li><b>BISI Balikpapan </b></li>
<li><b>Phalma          94.6 FM &#8211; Balikpapan</b><br />
Tasty Jazz<br />
Setiap jumat mulai pukul 14.00 &#8211; 15.00 wita</li>
<li><b>97,00 FM Balikpapan          </b></li>
<li><b>96,9 FM Tarakan                  </b></li>
<li><b>96,9 FM Kabupaten Pasir          </b></li>
<li><b>96,9 FM Kabupaten Berau</b></li>
<li><a href="http://www.wartajazz.com/radio/radio-evella-palangkaraya.html"><b>Evella Rasisonia 96.7 FM &#8211; Palangkaraya</b></a><br />
Setiap Senin 19.00 &#8211; 21.00: Kupasan Album (New Release)<br />
Setiap Selasa 19.00 &#8211; 21.00 Indonesian Jazz &amp; Rilex<br />
Setiap Kamis 21.00 &#8211;  23.00 Live Music Community Palangkaraya</li>
<li><b>Volare 103,4 FM &#8211; Pontianak</b><br />
In the Mood of Jazz &#8211; Setiap Selasa pukul 21.00-23.00.</li>
<li><b>Vista 92.4 FM Pontianak</b></li>
<li>Radio Martapura 107.1 FM, Martapura<br />
Jazz on Weekend &#8211; Setiap Sabtu 11.00 &#8211; 12.00</li>
<li><b>Ashbone 96.8 FM Banjarmasin</b><br />
Jazz Corner ; Senin s/d Jum&#8217;at jam 15.00 &#8211; 18.00 Wita.<br />
Free Jazz ; Kamis jam 20.00 &#8211; 23.00 Wita.<br />
Sunday Jazz ; Minggu jam 16.00 &#8211; 18.00 Wita.<br />
Jazz on the Weekend ; Sabtu jam 12.00 &#8211; 14.00 Wita.<br />
AshBone Jazz Chart ; Sabtu jam 14.00 &#8211; 15.00 Wita.<br />
Life and Career ; Senin s/d Jumat jam 09.00 &#8211; 12.00 Wita.</li>
</ul>
<p><b>PAPUA</b></p>
<ul>
<li><b>Mercury CBS 102.3 FM &#8211; Biak, Papua</b><br />
Setiap Selasa pk.22.00 &#8211; 23.00 WIT</li>
</ul>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kokonk.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kokonk.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kokonk.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kokonk.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kokonk.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kokonk.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kokonk.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kokonk.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kokonk.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kokonk.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kokonk.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kokonk.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kokonk.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kokonk.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kokonk.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kokonk.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=12&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokonk.wordpress.com/2008/04/01/jazz-radio-broadcasts-in-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/260c93da3d8b859be1fc3ea6e1a802ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kokonk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musik Jazz di Surabaya Harus Terus Dipupuk</title>
		<link>http://kokonk.wordpress.com/2008/03/13/musik-jazz-di-surabaya-harus-terus-dipupuk/</link>
		<comments>http://kokonk.wordpress.com/2008/03/13/musik-jazz-di-surabaya-harus-terus-dipupuk/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 05:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kokonk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Thoughts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kokonk.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas pecinta musik jazz di Kota Surabaya saat ini seperti disampaikan Hary Wibisono sebagai pemerhati sekaligus pecinta jazz, berbeda dengan masa-masa ditahun 80-an lalu. Saat ini keberadaan musik jazz di Surabaya sudah mulai kembali menggeliat. Sejumlah agenda pentas jazz mulai rutin digelar. “Termasuk kita hadirkan musisi-musisi dan kelompok-kelompok jazz dari Jakarta dan sebisa mungkin juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=4&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komunitas pecinta musik jazz di Kota Surabaya saat ini seperti disampaikan Hary Wibisono sebagai pemerhati sekaligus pecinta jazz, berbeda dengan masa-masa ditahun 80-an lalu. Saat ini keberadaan musik jazz di Surabaya sudah mulai kembali menggeliat. Sejumlah agenda pentas jazz mulai rutin digelar.</p>
<p>“Termasuk kita hadirkan musisi-musisi dan kelompok-kelompok jazz dari Jakarta dan sebisa mungkin juga kita hadirkan kelompok musik jazz dari luar negeri. Sebelum mereka ke Jakarta atau sesudahnya, kita ajak mereka tampil di Surabaya,” terang Hary.</p>
<p>Upaya tersebut merupakan sebuah rintisan awal untuk terus memupuk kembali kehadiran komunitas jazz di kota Surabaya. Termasuk dengan hadirnya Ecoutez kelompok musik beraliran pop-jazz, di pentas Vista Sidewalk Café.</p>
<p>Di tahun 80-an, pecinta jazz di Surabaya sangat luar biasa. Hadirnya kelompok-kelompok jazz dari Jakarta dan beberapa grup dari luar negeri untuk tampil di Surabaya, membuat komunitas jazz menjadi lebih bergairah. Ditambahkan Hary, meriahnya komunitas jazz itu juga disokong sejumlah radio yang gencar-gencarnya menyiarkan musik jazz.</p>
<p>“Kalau saat ini di Surabaya mulai muncul band-band baru dengan aliran jazz, ini merupakan pertanda baik. Biarkan saja mereka memainan musik-musik yang mereka sukai. Tidak usah dilarang atau dikotak-kotakkan,” ujar pria yang juga menjabat Regional Marketing Manager Surabaya PT HM Sampoerna ini.</p>
<p>Hadirnya tempat-tempat untuk menikmati musik jazz di Kota Surabaya, dianggapnya juga membuat musik jazz menjadi punya tempat. “Ini juga tak ubahnya seperti pupuk, agar musik jazz terus berkembang di Surabaya. Demikian juga dengan terus berkembangnya komunitas pecinta musik jazz. Mudah-mudahan itu bisa menjadikan Surabaya salah satu di antara destinasi musik jazz tanah air,” pungkasnya pada suarasurabaya.net.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kokonk.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kokonk.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kokonk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kokonk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kokonk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kokonk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kokonk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kokonk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kokonk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kokonk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kokonk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kokonk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kokonk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kokonk.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kokonk.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kokonk.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kokonk.wordpress.com&amp;blog=2679228&amp;post=4&amp;subd=kokonk&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kokonk.wordpress.com/2008/03/13/musik-jazz-di-surabaya-harus-terus-dipupuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/260c93da3d8b859be1fc3ea6e1a802ac?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">kokonk</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
